Kapan Anda Menggunakan Landing Page

Landing page bisa menggunakan home page atau mini site atau sub domain. Yang terpenting setelah anda memilih salah satu dari 3 pilihan di atas, harus ada informasi seperti alamat, nomor telepon, jam buka kantor, dan lain-lain. Info ini sangat penting apabila bisnis anda hanya menggunakan website untuk menampilkan cara mengontak bisnis anda atau mengunjungi bisnis anda. Namun apabila anda memiliki model bisnis yang memerlukan actions seperti sign up newsletter, call to action, penawaran menarik produk atau jasa anda, peluncuran produk baru, anda memerlukan landing page.

Landing page yang baik adalah landing page yang membuat pengunjung tertarik untuk segera melakukan sebuah action seperti mendaftar di newsletter anda, membeli produk atau jasa anda, mencari info mengenai produk atau jasa anda, mendownload ebook anda. Landing page membantu mengarahkan pengunjung ke aksi yang lebih spesifik. Sementara apabila pengunjung diarahkan ke homepage, action yang akan dilakukan pengunjung selanjutnya bisa berbagai macam atau variasi karena umumnya homepage adalah gerbang ke berbagai content di website anda. Umumnya homepage memiliki banyak link ke halaman lain website anda sehingga sulit untuk mengarahkan aksi pengunjung selanjutnya secara spesifik.

Tujuan utama homepage adalah mengajak pengunjung untuk menjelajahi page lain di website anda untuk mencari tahu lebih jauh tentang bisnis anda atau produk atau jasa anda. Jangan ada navigasi ke link lain di landing page agar tidak mengganggu konsentrasi pengunjung anda. Bahasa di landing page harus simple, jelas dan terarah. Harus sesuai dengan teks ad yang anda gunakan sebagai pancingan untuk mengklik ad anda. Buat teks yang tidak rumit dan langsung menjelaskan keuntungan yang mereka dapatkan apabila menggunakan produk atau jasa anda.

Promosi di landing page dapat berupa event webinar, event secara langsung, big sale, buku baru, proyek baru. Tapi apabila anda menggunakan homepage sebagai landing page, anda harus memastikan tersedia link yang langsung mengarahkan pengunjung ke link yang anda inginkan. Pastikan anda memiliki landing page dan statistik kunjungan ke landing page tersebut. Anda dapat memantau traffic yang menuju ke page tersebut

Apabila anda menggunakan Google Ads atau Facebook Ads atau LinkedIn ads atau Twitter Ads, anda dapat menganalisa traffic conversion itu dan mengatur strategi ad anda berikutnya. Apakah lebih efektif di social media atau di Google search ad sehingga campaign anda berikutnya memiliki efektifitas dan efisiensi yang lebih tinggi dari sebelumnya berdasarkan budget ad yang anda keluarkan. Namun kelemahan homepage adalah ada banyak links yang bisa membuat pengunjung lupa untuk melakukan action yang sudah diarahkan ad anda. Untuk landing page yang lebih efisien, tidak ada links-links yang tampil. Lebih baik hanya ada tombol untuk call to action atau form untuk diisi, untuk login karena itu landing page lebih baik di minisite atau subdomain.

Tambahkan penawaran menarik di landing page anda seperti “Daftar sekarang untuk dapat diskon 50%”. Berikan insentif lainnya. Tujuan landing page agar mendapat leads, membuat pengunjung menelepon anda, sign up atau chat dengan customer service.

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *