Panduan Screaming Frog untuk SEO Website Anda

Pengantar

Screaming frog (SF) adalah software untuk Windows, Mac, dan Linux yang digunakan untuk mengaudit website untuk keperluan SEO. Ketika saya menulis artikel ini, saya menggunakan SF versi 10.1 di Windows 10.

screaming frog screenshot
Screaming Frog versi 10.1 di Windows 10

Di atas adalah tampilan awal SF. Tampilan SF terbagi menjadi 3 bagian:

  1. Baris paling atas berisi menu bar dan crawl bar.
  2. Kolom kiri berisi tab-tab seperti Internal, External, Protocol, Response Codes, dl. Di bawahnya terdapat tab-tab seperti URL Info, Inlinks, Outlinks, dll.
  3. Kolom kanan adalah overview yang berisi ringkasan penting.

Website SF memiliki user guide sendiri yang menjelaskan setiap tab yang lebih detail. Di sini saya akan fokus pada bagian-bagian yang penting. Free version memiliki keterbatasan. Apabila website yang akan diaudit memiliki lebih dari 500 link internal, maka anda harus membeli lisensi seharga £149.00 per tahun.

Mulai crawl

Untuk memulai crawl silakan mengetik nama website di bar paling atas dan klik start. Lama waktu crawl tergantung banyak sedikitnya jumlah page website. Setelah selesai, setiap nama page dan detail lainnya muncul di baris atas kolom kiri.

  1. Internal: berisi tipe-tipe file yang ada di website anda. Tipe file yang dapat dideteksi SF adalah HTML, JavaScript, CSS, gambar, PDF, Flash, dll. Untuk images perhatikan size atau ukuran agar tidak membuat waktu loading lama. Beri nama images di website anda dengan sesuai (seperti foto sepatu olah raga, dapat diberi nama “sepatu-olah-raga-merek-x.jpg”.
  2. External: berisi tipe-tipe file yang ada di website. Hanya saja di tab ini link-link yang mengarah ke website lain yang di-list. Dibagi berdasarkan tipe-tipe file yang sama di tab internal.
  3. Protocol: berisi link antara http dan https. pengunaan https tidak terlalu berpengaruh terhadap ranking search engine anda. Tetapi https menambah kredibilitas anda sehingga user merasa website anda dapat dipercaya dan menambah keungkinan mereka kembali ke website anda.
  4. Response Codes: apabil ada client error dan server error maka harus segera diketahui penyebab dan mencari solusinya. Pastikan link blocked by robots.txt memang file penting yang bukan konsumsi publik. Namun jangan sampai ada link umum yang keblok karena spiderbot seacrch engine tidak mampu men-crawl link tersebut, sehingga mengurangi jumlah link anda yang dapat dicari di search engine.
  5. URI: Menampilkan nama link masing-masing halaman website. Usahakan untuk mengurangi atau menghilangkan URI yang sama (Klik URI > Duplicate di kolom kanan), karakter yang terlalu panjang (URI > Over 115 Characters), link yang memiliki karakter non ASCII (¼, ©, dll.), link yang memiliki garis bawah atau underscore, nama link yang memiliki huruf besar atau uppercase, dan nama link yang memiliki parameter (?, &, dll.)
  6. Page Titles: Menurut SF, page title yang baik adalah antara 30 – 65 karakter, antara 200 – 568 pixel, berbeda dengan kalimat Heading 1 (H1) yang ada di page, berbeda satu sama lain.
  7. Meta Description: kalimat yang ditampilkan oleh search engine di bawah link website anda. Buat meta description setiap page anda berbeda dan memiliki keyword yang berhubungan dengan produk atau jasa anda.
  8. Meta Keywords: perbedaan antara meta description dan meta keyword adalah panjang kalimat. met keywords berupa tag, sementara meta description berupa kalimat singkat.
  9. H1: teks yang memiliki heading 1 di body ditampilkan di sini. Usahakan untuk memiliki heading 1 agar penilaian website oleh crawler search engine baik. Klik “missing” di kolom kanan untuk mencari page yang belum memiliki H1.
  10. H2: teks yang memiliki heading 2 di body ditampilkan di sini. Sama seperti heading 1, website akan dinilai baik apabila memiliki heading 2 yang jelas.
  11. Images: jumlah dan ukuran file image di setiap halaman. Untuk loading halaman yang lebih cepat maka cari image yang memiliki ukuran besar dan optimasikan ukuran image tersebut agar waktu loading page tersebut menjadi lebih cepat sehingga pengunjung tidak menunggu lama dan menutup website anda.
  12. Canonicals: Canonical URL: the search engine friendly URL that you want the search engines to treat as authoritative. In other words, a canonical URL is the URL that you want visitors to see. Quite often canonical URLs were used to describe the homepage. Perbaiki link yang memiliki missing canonical.
  13. Pagination: apabila link memiliki artikel di dalamnya yang dibagi menjadi beberapa halaman, atau halaman produk anda dibagi menjadi beberapa halaman. Maka perlu untuk mengecek apakah halaman pertama dari beberapa halaman tersebut memiliki rel=”next”, agar search engine dapat mengenali bahwa halaman pertama merupakan link yang tepat apabila user ingin mengklik artikel atau halaman produk tersebut. Tentu saja sangat mereporkan user apabila artikel ayng ingin mereka baca ketika diklik justru muncul di halaman terakhir dari artikel tersebut.
  14. Directives: untuk melihat page mana saja yang di-index atau
  15. Hreflang: untuk mengetahui page yang memiliki bahasa yang berbeda
  16. AJAX: tab ini berlaku apabila anda memiliki versi berbayar dari SF.
  17. AMP: singkatan dari accelerate mobile pages oleh Google dimana website anda akan ditampilkan secara mobile-friendly dan cepat.
  18. Sitemaps
  19. Custom

Baris bawah kolom kanan menyediakan info setelah anda mengklik salah satu page di baris atas kolom kiri.

  1. URL Info: apabila mengklik salah satu link di atas,
  2. Inlinks: berisi daftar link yang mengarah ke salah satu page di website sendiri.
  3. Outlinks: berisi daftar link yang mengarah ke website luar (contoh ke halaman Facebook).
  4. Image Info: berisi nama image, lokasi image dan alternative text. Isilah alternative text di setiap image yang anda upload di website untuk kemudahan user khususnya yang memiliki kekurangan penglihatan. Selain itu juga membantu keyword anda.
  5. Resources
  6. SERP Snippet: melihat tampilan link apabila muncul di search engine. Dapat melihat judul page, apakah terlalu panjang sehingga terpotong di kata yang penting.
  7. Rendered Page
  8. View source

Belum menggunakan Search Console? Segera daftar!

Ketika menghadiri SEOCon 2019 di Jakarta Maret lalu, Ryan Kristomuljono dari Toffee Institute menanyakan kepada audience yang hadir: “Siapa yang belum menggunakan Search Console?” Dengan terpaksa saya harus mengangkat tangan dan mengakuinya. Kemudian ia berkata kepada yang mengangkat tangan: “You have to use it”. Penasaran, saya mengambil smartphone saya dan mengecek apa itu Search Console. Ternyata itu adalah salah satu webmaster tool dari Google yang sebelumnya bernama Google Webmaster Tools. Segera setelah pulang dari SEOCon, saya segera mendaftarkan website ke Search Console. Untuk verifikasi cukup mudah karena diberikan beberapa opsi. Untuk panduan verifikasi resmi dari Google, silakan klik di sini. Dan setelah selesai mendaftarkan, saya mendapat manfaat nya beberapa minggu kemudian.

Saya mengecek queries atau keyword yang memiliki performa baik dari segi CTR dan impressions. Oke, keyword “sinar metrindo perkasa” tentu saja memiliki click terbanyak dan paling atas karena itu nama perusahaan.

Search console queries performance
List click dan impressions website saya berdasarkan queries keyword

Tapi tunggu dulu, “circuit breaker adalah” menempati peringkat kedua dari segi click terbanyak. Lumayan. Coba saya search di Google. Ternyata link artikel saya tidak hanya menempati top of SERP page 1, tetapi juga memperoleh featured snippet! Wow! That is something to celebrate.

serp untuk keyword "circuit breaker adalah"
Salah satu artikel mendapat featured snippet

Search Console membantu saya mengetahui performa keyword yang belum masuk di daftar keyword tracking saya. Tanpa Search Console mungkin saya baru menemukan keyword yang menjadi featured snippet ini lebih lama. Keyword tracking juga dapat dilakukan melalui Google Analytics, tetapi setelah saya bandingkan kedua hasil dalam periode yang sama, terdapat perbedaan. Jadi untuk hasil yang lebih efektif maka gunakan kedua tool tersebut.

Analytics acquisition channels - keyword
Keywords yang dimasukkan user di Analytics memiliki perbedaan dengan di Search Console


Kapan Anda Menggunakan Landing Page

Landing page bisa menggunakan home page atau mini site atau sub domain. Yang terpenting setelah anda memilih salah satu dari 3 pilihan di atas, harus ada informasi seperti alamat, nomor telepon, jam buka kantor, dan lain-lain. Info ini sangat penting apabila bisnis anda hanya menggunakan website untuk menampilkan cara mengontak bisnis anda atau mengunjungi bisnis anda. Namun apabila anda memiliki model bisnis yang memerlukan actions seperti sign up newsletter, call to action, penawaran menarik produk atau jasa anda, peluncuran produk baru, anda memerlukan landing page.

Landing page yang baik adalah landing page yang membuat pengunjung tertarik untuk segera melakukan sebuah action seperti mendaftar di newsletter anda, membeli produk atau jasa anda, mencari info mengenai produk atau jasa anda, mendownload ebook anda. Landing page membantu mengarahkan pengunjung ke aksi yang lebih spesifik. Sementara apabila pengunjung diarahkan ke homepage, action yang akan dilakukan pengunjung selanjutnya bisa berbagai macam atau variasi karena umumnya homepage adalah gerbang ke berbagai content di website anda. Umumnya homepage memiliki banyak link ke halaman lain website anda sehingga sulit untuk mengarahkan aksi pengunjung selanjutnya secara spesifik.

Tujuan utama homepage adalah mengajak pengunjung untuk menjelajahi page lain di website anda untuk mencari tahu lebih jauh tentang bisnis anda atau produk atau jasa anda. Jangan ada navigasi ke link lain di landing page agar tidak mengganggu konsentrasi pengunjung anda. Bahasa di landing page harus simple, jelas dan terarah. Harus sesuai dengan teks ad yang anda gunakan sebagai pancingan untuk mengklik ad anda. Buat teks yang tidak rumit dan langsung menjelaskan keuntungan yang mereka dapatkan apabila menggunakan produk atau jasa anda.

Promosi di landing page dapat berupa event webinar, event secara langsung, big sale, buku baru, proyek baru. Tapi apabila anda menggunakan homepage sebagai landing page, anda harus memastikan tersedia link yang langsung mengarahkan pengunjung ke link yang anda inginkan. Pastikan anda memiliki landing page dan statistik kunjungan ke landing page tersebut. Anda dapat memantau traffic yang menuju ke page tersebut

Apabila anda menggunakan Google Ads atau Facebook Ads atau LinkedIn ads atau Twitter Ads, anda dapat menganalisa traffic conversion itu dan mengatur strategi ad anda berikutnya. Apakah lebih efektif di social media atau di Google search ad sehingga campaign anda berikutnya memiliki efektifitas dan efisiensi yang lebih tinggi dari sebelumnya berdasarkan budget ad yang anda keluarkan. Namun kelemahan homepage adalah ada banyak links yang bisa membuat pengunjung lupa untuk melakukan action yang sudah diarahkan ad anda. Untuk landing page yang lebih efisien, tidak ada links-links yang tampil. Lebih baik hanya ada tombol untuk call to action atau form untuk diisi, untuk login karena itu landing page lebih baik di minisite atau subdomain.

Tambahkan penawaran menarik di landing page anda seperti “Daftar sekarang untuk dapat diskon 50%”. Berikan insentif lainnya. Tujuan landing page agar mendapat leads, membuat pengunjung menelepon anda, sign up atau chat dengan customer service.

 

Foto di Knowledge Panel Google Search

Ketika anda memasukkan keyword yang anda hubungkan dengan bisnis anda maka akan muncul link website anda disertai Google Card atau Knowledge Panel yang memberi info perusahaan anda.

Foto di Knowledge Panel Google Search 01
Posisi Knowledge Panel atau Card di sebelah kanan atas

Namun ketika anda menelusuri foto-foto di Google Card tersebut, anda menemukan foto-foto yang sama sekali tidak berhubungan atau bahkan dapat merusak image perusahaan anda. Biasanya foto-foto tersebut di-upload oleh user lain.

Foto di Knowledge Panel Google Search 02
See photos

Cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan foto-foto yang tidak diinginkan tersebut:

  1. Ketik nama perusahaan anda atau apabila ada nama alternatif perusahaan anda, bisa anda masukkan sekaligus untuk mengetes keyword tersebut apakah card di samping langsung terhubung dengan card resmi perusahaan anda. Bila belum terhubung maka anda harus mengusahakan keyword tersebut.
  2. Klik photos. Di sini ada foto-foto yang anda upload sebelumnya melalui My Business. Bila anda belum mempunyai My Business segera daftarkan perusahaan anda. Setelah anda menemukan foto tersebut, siapkan email-email anda. Sebaiknya email tersebut berakhiran @gmail.com. Dan email tersebut juga anda gunakan dalam frekuensi yang sering. Kemudian klik laporkan foto ini dengan 3 atau lebih akun Google atau Gmail yang valid.

    Foto di Knowledge Panel Google Search 03
    Tombol Report di sebelah kanan atas foto
  3. Kemudian masuk kembali ke akun Google anda yang lain yang sudah anda siapkan. Kembali laporkan foto tersebut dengan cara yang sama.

    Foto di Knowledge Panel Google Search 04
    Pilih alasan yang paling tepat
  4. Dalam beberapa hari foto tersebut akan hilang. Namun tentu saja yang paling penting adalah anda melaporkan foto tersebut menggunakan akun Google yang anda daftarkan di My Business.

Seringlah mengecek halaman foto perusahaan anda. Karena orang lain atau karyawan anda sendiri yang memiliki Google+ secara tidak sengaja mengupload foto-foto tidak bermanfaat seperti makan siang mereka dan location nya terdetect lokasi perusahaan anda sehingga foto tersebut jadi muncul di search.

Anda juga perlu memastikan foto-foto anda yang sesuai dengan perusahaan anda tampil dengan sempurna dengan kualitas yang tajam.